Hunting Bersama Fotografer Qatar di Indonesia (2)
Submitted by TentangQatar on Tue, 21/09/2010 - 19:32
Liburan lebaran yang lalu, kami mendapatkan kesempatan langka, yaitu menemani beberapa penggemar fotografi yang tergabung di dalam Qatar Photographic Society (QPS) untuk berburu foto selama seminggu di Indonesia. Ini adalah bagian kedua, dan bagian pertamanya dapat dibaca di sini.
Rute perjalanan hari ketiga bersama para Fotografer Qatar kali ini menuju kawasan Puncak di Bogor, Jawa Barat. Lokasi yang rencananya akan dikunjungi adalah menjelajah panorama alam Puncak, Perkebunan Teh Gunung Mas dan Taman Safari Indonesia. Kami menyusuri jalan tol Jagorawi yang mulus dan cuaca cerah, perjalanan menuju Puncak berlangsung lancar dan tanpa hambatan berarti.
Lokasi pertama yang dikunjungi adalah memandangi panorama alam Puncak di dekat Restoran Rindu Alam yang terkenal itu. Para fotografer tersebut tidak lama menghabiskan waktunya di lokasi tersebut, karena padatnya pengunjung dan cuaca yang kurang bersahabat. Akhirnya kami turun dan kendaraan yang kami tumpangi diminta berjalan perlahan-lahan menuju Perkebunan Teh Gunung Mas, karena TentangQatar berharap ada spot yang menarik perhatian mereka.
Ternyata harapan tersebut benar-benar terwujud, karena kami sempat berhenti di dua lokasi untuk memotret pada saat menyusuri jalan menuju Perkebunan Teh. Hampir 1,5 jam waktu yang dihabiskan untuk memuaskan dahaga mereka memandangi hijaunya tanaman teh dan panorama yang disajikan alam Puncak. Sehingga tentangqatar harus mengingatkan mereka agar segera bergegas meninggalkan lokasi.
Tiba di lokasi, kami langsung menuju area perkebunan teh untuk dapat mengambil momen pada saat para pemetik teh sedang melakukan aksi khasnya. Tidak kurang dari 2 jam para fotografer menghabiskan memori yang ada di kamera selama di perkebunan untuk memotret panorama kebun teh dan para pemetik teh yang sedang bekerja. Beberapa dari pemetik teh tengah beristirahat dan bercengkerama sambil melepas lelah pada saat itu. Salah seorang fotografer yang kebetulan memiliki bulu lebat di sekujur tubuhnya, menjadi favorit para pemetik teh yang sebagian besar perempuan tersebut.
Puas memotret dan bersenda gurau akrab bersama para pemetik teh, kami beristirahat sejenak di kantin perkebunan sambil melakukan tawar menawar untuk membeli teh hijau kualitas ekspor produk asli perkebunan. Sebanyak 2,5 kotak kardus berisi total 75 kemasan dengan berat 250 gram setiap kemasan dimasukkan ke bagasi kendaraan untuk oleh-oleh yang akan dibawa ke Qatar. Harga lumayan murah dan dibeli langsung dari pabriknya merupakan pengalaman yang berkesan tersendiri bagi rekan-rekan fotografer Qatar itu.
Taman Safari Indonesia adalah tujuan berikutnya yang kami sambangi untuk pengambilan foto seri fauna, sekaligus juga derasnya air terjun yang ada di sana. Karena kendaraan yang kami tumpangi dilapisi kaca film yang cukup gelap, kami menumpang bus milik Taman Safari yang kacanya bening dan cukup luas untuk mengambil obyek foto. Hampir semua hewan yang ada di Taman Safari tidak luput dari sasaran kamera, terutama beberapa hewan buas yang memang sangat eksotis menjadi obyek foto pada siang itu. Tidak jarang kami memerintahkan pengemudi bus untuk berhenti agak lama agar kami bisa mengambil dan mendapatkan foto yang baik dan natural.
Tujuan akhir sesi pemotretan di Taman Safari adalah air terjun, yang merupakan pemandangan langka dan sangat jarang ditemui oleh para fotografer tersebut, terutama mereka yang lahir dan besar di Qatar. Banyak pengunjung yang saat itu bersama-sama kami menuju dan menikmati air terjun ternyata berasal dari Arab Saudi. Sebagian dari mereka muda-mudi dan tidak sedikit pula yang bersama keluarganya. Semoga ini pertanda baik bagi dunia pariwisata Indonesia untuk menjaring lebih banyak lagi wisatawan dari Timur Tengah.
Selesai menikmati derasnya air terjun kami pun bergegas segera untuk pulang, karena hari menjelang senja dan rintik-rintik hujan sudah mulai terasa membasahi kepala dan sebagian tubuh kami. Sambil berjalan pulang, salah seorang dari mereka berkata kepada TentangQatar bahwa perjalanan ke Indonesia kali ini sangat variatif, menantang dan lebih memberi banyak pengalaman fotografi dibandingkan perjalanan mereka sebelumnya ke Sri Lanka, India, Thailand dan Malaysia. TentangQatar pun mengucapkan Alhamdulillah di dalam hati, karena telah berhasil memberikan gambaran indah dan eksotisnya alam Indonesia kepada mereka.
Hawa dingin dan lelahnya perjalanan kali ini membuat cacing-cacing yang ada di perut kami semua kompak menggelitik untuk diisi makanan. Kami pun memilih jagung bakar yang banyak dijual di pinggir jalan sebagai pengganjal perut. Beberapa rekan menghabiskan lebih dari satu jagung bakar, karena jarang mendapatkan makanan tersebut di negara mereka. Setelah puas dengan jagung bakar kami pun melanjutkan perjalanan menuju Jakarta.
Sesampai di Jakarta pimpinan rombongan QPC meminta pengemudi untuk mengantar ke restoran Arab yang banyak terdapat di Jalan Raden Saleh. Mereka pun memilih salah satu diantaranya dan singgah untuk menikmati makan malam. Kali ini pun TentangQatar kembali tersenyum kecil, menu Arab lagi nih ...



Post new comment